Pj Sekda Babel Pimpin Rakor Tindaklanjut Rencana Pembangunan Jembatan Sumatera - Bangka

PANGKALPINANG - Selang sehari setelah dilantik, atau tepatnya Jum’at (12/7/2019) pagi, Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Yulizar, langsung mendapat tugas Perdana dari Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dengan Pemprov Sumsel.

Rakor di Ruang Tanjung Pendem Lantai II Kantor Gubernur Babel, di Air Itam, Pangkalpinang tersebut, membahas Tindak Lanjut Rencana Pembangunan Jembatan Sumatera - Bangka.

Dalam rapat yang diikuti Kepala Bappeda Sumsel, Ekowati, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus, Kepala Dinas Perhubungan Babel, KA Tajudgin, Kepala Dinas PU-PR Babel, Noviar, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Babel, Supianto, dan Tim dari Pemprov Babel dan Pemprov Sumsel, Pj Sekda Babel menegaskan, rakor ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Pertemuan Gubernur Babel dan Gubernur Sumsel pada saat Rakor Gubernur di Bengkulu beberapa waktu lalu.

Salah satu keputusan itu, diungkapkan Yulizar, adalah segera dilaksanakan Pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Jalan dan Jembatan Sumatera - Bangka beserta Rencana aksi yang akan dilakukan.

“Proyek tersebut, oleh kedua Provinsi akan diajukan ke Pemerintah Pusat untuk menjadi Program Strategis Nasional (PSN),” ujar Yulizar.

Dengan Pembentukan Tim Percepatan, lanjut dia, dapat dipetakan Potensi yang dimiliki, permasalahan yang ada, bahan yang harus disiapkan, kajian serta apa saja yang bisa dilakukan oleh masing masing kedua belah pihak, juga koordinasi dengan kementrian lembaga terkait.

Saat ini, dijelaskannya, Pemprov Babel dan Sumsel telah melakukan pra studi kelayakan pembangunan jembatan penghubung dari sebagin Bangka Selatan ke Selapan Sumsel jembatan sepanjang 13 kilo meter. Dan ini rencananya akan diusulkan oleh Babel – Sumsel menjadi PSN.

Dengan terbentuknya Tim Percepatan itu juga, diharapkan Yulizar, komunikasi antara Pemprov Babel dengan Sumsel akan lebih intens. “Pemprov Babel akan segera mengadakan rapat untuk mengidentifikasi apa saja yang harus disiapkan dan berkoordinasi dengan Sekretariat Tim yang ada di Bappeda masing - masing Provinsi.

Sebelumnya, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Babel, Supianto, memaparkan Jembatan Penghubung Sumatera - Bangka dibangun dengan tujuan menghubungkan daratan Pulau Sumatera dan Babel, sebagai pengembangan kawasan ekonomi, meningkatkan mobilitas ekonomi, dan mendorong percepatan pertumbuhan regional.

Manfaat yang didapat, diterangkannya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, mempercepat proses pengembangan Infrastruktur, Pengembangan wilayah baru sebagai kawasan strategi nasional dan menggali potensi daerah.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sumsel, Ekowati mengatakan hari ini (Jumat, 12/7/2019), akan disusun tim lintas sektor masing - masing provinsi dalam kesatuan tim bersama dengan Surat Keputusan yang ditandatangi kedua Kepala Daerah.

“Dengan terbentuk tim, tugas kita hari ini adalah menyusun apa yang harus kita kerjakan beserta rencana aksi jangka pendek, seperti dokumen yang harus disiapkan, serta menguraikan dan mengidentifikasi permasalahan untuk diselesaikan,” ungkapnya.

Proyek itu, menurutnya, harus didorong menjadi PSN. “Untuk itu tugas tim juga menyiapkan bahan, dokumen dan surat Kedua Gubernur menghadap Presiden kita,” tambahnya.

Ekowati yakin, sesuai dengan pengalaman Program Pembangunan Sumsel yang telah menjadi PSN, ditambah kerja tim yang solid, keiinginan tersebut dapat terwujud.

Adanya pembangunan Jembatan Penghubung tersebut, timpal Ekowati, nantinya Komoditas dari Sumsel yang telah masuk ke Babel, biaya logistiknya akan lebih murah, dan membantu Babel menekan angka inflasi.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Reza Wahyudhi Thamrin
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas