Representasi Perempuan di Legislatif Masih Rendah

Pangkalanbaru, Bangka Tengah - Kurangnya representasi perempuan dalam bidang politik antara lain disebabkan oleh kondisi budaya yang patriakal, tidak diimbangi kemudahan akses dalam bentuk tindakan afirmatif bagi perempuan, seperti pemberian kuota.

GBHN dan berbagai instrumen politik serta hukum tidak secara eksplisit menunjukkan diskriminasi terhadap perempuan, namun tidak pula memberikan pembelaan dan kemudahan bagi perempuan dalam berbagai bidang, termasuk politik. 

Hal itu diungkapkan Asisten  Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mewakil Gubernur Babel Dr. H. Erzaldi Rosman, dalam sambutan pembukaan tentang Pelatihan Peningkatan Kapasitas Politik Bagi Perempuan Bakal Calon Legislatif pada Pemilu 2019 di yang diselenggarakan di Hotel Novotel Bangka, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Rabu (06/9/2017).

Haryoso mengatakan, secara normatif, tidak ada peraturan perundang-undangan dalam bidang politik yang mendiskriminasi perempuan. Namun, diakuinya, dalam kenyataan tingkat representasi perempuan di legislatif pada berbagai tingkatan, termasuk DPRD Tingkat II (kabupaten), DPRD Tingkat I (Provinsi) dan DPR RI (nasional), masih sangat rendah. 

Ditambahkan Haryoso, Undang-Undang menjamin hak keterwakilan perempuan untuk berkarya di berbagai jabatan publik. Misalnya, pasal 46 UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM menyebutkan, sistem pemilihan umum, kepartaian, pemilihan anggota badan legislatif dan sitem pengangkatan di bidang eksekutif dan judikatif, harus menjamin keterwakilan wanita sesuai persyaratan yang ditentukan.

Demikan pula, pasal 49 ayat 1 UU tersebut menyebutkan bahwa wanita berhak untuk memilih, dipilih, diangkat dalam pekerjaan, jabatan dan profesi sesuai dengan persyaratan dan peraturan perundang undangan.

"Saya do’akan semoga semua yang hadir dalam pelatihan ini, akan berkapasitas bahkan bisa menang dalam pilkada berikutnya," ungkap Haryoso.

Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan itu, Dra. Niken Kiswandari .M.si selaku Sekretaris Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan peserta Pelatihan perwakilan Kabupaten/Kota se Babel.(Imam).

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Imam
Fotografer: 
Imam
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas