Resmi Dibuka, Gubernur Berharap Rembuk KTNA 2018 Buahkan Hasil untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

PANGKALPINANG - Rembuk Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2018, Jum’at (21/9/2018) sore, secara resmi dibuka oleh Menteri Pertanian RI yang diwakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Republik Indonesia, Momon Rusmono.

Dalam Rembug KTNA 2018 ini, menghadirkan 1.000 peserta terdiri dari tani dan nelayan, yang akan membahas berbagai permasalahan dan mencari solusi untuk peningkatan tani dan nelayan di Indonesai.

Momon Rusmono dalam sambutannya mengatakan, rembug nasional  ini merupakan pelaksanaan yang ke-47, dan diharapkan dengan kegiatan rembug ini, peran KTNA dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dapat terwujud.

Lanjut Momon, Kementan saat ini, telah melakukan berbagai upaya termasuk dalam kebijakan infrastuktur, produksi, pasca panen dan pasar, dan semuannya berorientasi kepada pertanian.

Dalam beberapa kali gelaran KTNA, ditambahkannya, dengan banyak penduduk Indonesia dengan laju pertumbuhan 1,5 persen, membutuhkan ketersediaan pangan yang cukup banyak, yang tentunya dipasok dari tani dan nelayan yang ada di Indonesia.

Momon tidak memungkiri banyaknya tantangan dan masalah yang dihadapi para petani dan nelayan untuk bertahan, diantaranya permasalahan alih fungsi lahan pertanian, rusaknya infrastruktur, jaringan irigasi, mahalnya upah, tingginya margin harga antara petani dan konsumen dan berkurangnya rumah tangga yang bekerja di sektor pertanian.

"Pemerintah dalam tiga tahun terakhir berupaya untuk mengatasi berbagai permasalahan ini denhan kebijakan infrastruktur, paska panen dan pasar, kemudian dari sisi regulasi juga dilakukan perbaikan," ungkap Momon.

Selain itu, pemerintah juga membantu subsidi bibit, memberikan alat pertanian, pengendalian impor dan mendorong ekspor serta antisipasi dini penanganan banjir, kekeringan melalui asuransi tani padi dan asuransi ternak sapi.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa permasalahan yang dialami oleh petani di Babel, yang diharapkan melalui rembuk ini ada solusi bersama untuk kemajuan dan kesejahteraan petani dan nelayan.

Kata Gubernur, dalam perkembangan dan perekonomian di Babel khususnya pertanian, kelautan dan perikanan saat sedang dikembangkan. Pemerintah Daerah juga saat ini, sedang menyelesaikan persoalan - persoalan yang terjadi di Babel dan dapat berjalan baik atas dukungan dari pemerintah pusat.

"Kami di Bangka Belitung saat ini terus terang saja berhadapan dengan permasalahan   yang sudah berlalut- larut dan agak sulit menemukan solusinya tanpa dibantu oleh pemerintah pusat," ungkap Erzaldi.

Selain itu, Gubernur  Erzaldi juga menyampaikan, ke depan akan dibangun 4 unit pabrik kelapa sawit di Pulau Bangka dan Belitung.

"Insya Allah kita sudah ada solusi, ada tambahan pembangunan pabrik sawit dengan kapasitas 4 X 60 ton per jam. Mudah - mudahan dalam waktu 1 tahun 2 bulan, akan terbangun di Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Induk, Belitung, dan salah satu pabrik akan dikelola oleh BUMD,” ungkap Erzaldi.

Gubernur berharap, apa yang dihasilkan dalam rembuk ini membuahkan hasil untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Ketua KTNA Indonesia, Winarno Tohir pada kesempatan itu, mengatakan, KTNA sebagai mitra kerja pemerintah tentu mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahan pangan.

Organisasi KTNA sebagai organisasi yang berada di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, yang akan memberikan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

"KTNA konsentrasi membantu petani nelayan dan sukseskan program pemerintah. Menjadi petani nelayan tangguh dan mandiri, salah satu forum musyawarah di semua tingkatan dalam mengambil keputusan tertinggi organisasi untuk membahas dan menetapkan sikap penting dalam memperlancar usaha tani," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pemprov Babel, Toni Batubara mengatakan, dalam KTNA ini akan ada pameran pertanian yang diikuti oleh 88 stand, terdiri dari Pemprov Babel dan Kabupaten/Kota se Babel, dan Provinsi seperti Jatim, Jateng, Bogor, Sumbar, Kabupaten Sampang, dan daerah lainnya.

"Rembuk dan Expo ini, digelar pada 21-24 September 2018, dengan peserta kurang lebih 1.000 orang. Dalam rembuk ini, juga akan diperingati HUT ke- 47 KTNA, Seminar dan inovasi teknologi, Widyawisata alam, Lomba burung dan Gowes," kata Toni.

Selesai Pembukaan Rembuk yang berlangsung di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, dilanjutkan dengan pemotongan pita kegiatan KTNA Expo 2018, yang dilakukan bersama oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian RI, Wagub Babel, serta Ketua KTNA RI.(Sentosa).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas