Sekda Naziarto: Deklarasi Zona Integritas Kejati jadi Inspirasi Pemprov Babel

HUMASPRO, PANGKALPINANG - Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto, mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Selasa (3/3/2020) pagi, menghadiri Deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang diselenggarakan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung.

Deklarasi Zona Integritas yang di Pimpin Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Danu Miharja di Halaman Kantor Kejati Bangka Belitung tersebut, turut dihadiri Pejabat dari unsur Forkopimda, Vertikal, dan jajaran Pejabat dari Kejati Bangka Belitung itu sendiri.

Sekda Naziarto mengungkapkan, Deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM  Pembangunan Zona Integritas di Kejaksaan Tinggi ini, akan menjadi contoh, bahkan inspirasi bagi Lembaga/Institusi yang ada di Bangka Belitung, baik Pemprov Bangka Belitung maupun Kabupaten/Kota.

“Ini menjadi inspirasi bagi lembaga atau institusi yang lain, baik vertikal maupun horizontal yang ada di sini (Bangka Belitung-red), juga untuk Pemprov maupun Kabupaten/Kotai,” ungkap Naziarto.

Selain itu, ditegaskan Naziarto, apa yang dilakukan Kejati Bangka Belitung ini juga, sebagai contoh bagi setiap lembaga atau institusi yang belum melaksanakan Zona Integritas. 

"Ini merupakan suatu langkah memberi motivasi yang tinggi kepada para karyawan/pegawai dalam institusi tersebut, supaya mereka bisa melaksanakan tugas-tugas kepemerintahan sesuai dengan koridor bebas dari korupsi yang sudah dicanangkan pemerintah,” jelas Naziarto.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Ranu Miharja mengatakan, jajarannya mempunyai komitmen bersama untuk mewujudkan WBBM melalui reformasi birokrasi dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) diungkapkan Kajati, sudah didapat oleh Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung pada tahun 2019, dan juga oleh tiga Kejaksaan Negeri (Kejari) di Bangka Belitung, yaitu Kejari Pangkalpinang, Kajari Bangka Selatan dan Kejari Belitung Timur, serta terdapat satu predikat WBBM yang dicapai oleh Kejari Belitung.

Ranu menjelaskan, jumlah Kejaksaan tinggi seluruh Indonesia yang telah mendapat predikat WBK dari tahun 2018 sampai sekarang sebanyak 15 Kejati dari 33 Kejati. Sedangkan Kejari di Indonesia jumlah yang mendapat WBK sebanyak 44 Kejari.  

“Saya berharap apa yang sudah diraih selama ini, jangan sampai tidak dilaksanakan atau kita abaikan begitu saja hanya apa yang sudah diraih harus dijadikan pemicu untuk dapat bekerja lebih baik lagi lebih bersemangat lagi dan lebih produktif lagi,” kata Kajati Ranu Miharja dalam sambutannya.

Perlu dipahami bersama, ditambahkan Ranu, zona integritas tidak terpisahkan dengan komitmen bersama sebagai sustainable comitment, setelah terwujudnya bebas dari korupsi, tetapi harus mampu menjaga agar apa yang sudah diraih tetap dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan menuju wilayah birokrasi bersih melayani.

Menutup sambutannya, Kajati minta dukungan seluruh masyarakat Babel agar dengan adanya deklarasi ini, dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan kejaksaan kepada masyarakat luas.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas