Stasiun KIPMKHP Pacu Potensi Perikanan Babel

Pangkalan Baru, Bangka Tengah - Keberadaan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Stasiun - KIPMKHP) diharapkan berkontribusi dalam memacu potensi besar sektor perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

"Sehingga apapun yang kita lakukan bisa sinergi. Tujuan utamanya tentu kemajuan bagi Bangka Belitung di sektor perikanan dan secara umum untuk Indonesia," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Babel Dr Yuswandi A. Temenggung pada Acara Penyerahan Dokumen Hibah Barang Milik Daerah (BMD), Rabu (21/12/2016)

Dokumen tertanggal 9 Desember 2016 tersebut oleh masing - masing pihak telah ditandatangani. Yan Megawandi (Sekda Babel) bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sjarief Widjaja (Sekjen Kementerian) bertindak untuk dan atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Barang milik daerah yang diserahterimakan berupa tanah/lahan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk penggunaan Kantor Satuan Kerja Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Pangkalpinang.

Pada kegiatan yang berlangsung di ruang VIP Bandara Depati Amir Pangkalpinang, di Pangkalan Baru, Bangka Tengah, dokumen BMD diterima langsung Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr Ir Rina MSi.

Lebih lanjut Yuswandi mengatakan bahwa serah terima merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam penyelesaian administrasi pemanfaatan serah terima BMD.

"Di lapangan, teman-teman dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) sudah bisa berkerja di stasiun karantina ikan ini tidak mesti menunggu administrasinya, tapi secara pembukuan hari ini sudah diserahterimakan secara resmi," tambahnya.

Sejalan dengan penyelesaian secara administrasi, Yuswandi optimistis hal itu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produk potensial sektor kelautan dan perikanan, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Sementara itu Kepala BKIPM, Dr Ir Rina MSi menyampaikan rasa terima kasih atas diterimanya hibah tanah untuk pembangunan gedung stasiun yang representatif sehingga menunjang kelancaran tugas di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Pangkalpinang.

Hal tersebut, sebutnya, turut pula berpengaruh pada pembinaan dan peningkatan Unit Pengolahan Ikan (UPI). Sehingga produk perikanan Babel dapat dipasarkan di seluruh dunia dengan sertifikasi grade A. Saat ini, ekspor perikanan Babel melalui UPI yang sudah memiliki sertifikasi grade B.

"Kita bersama berusaha untuk naik ke grade A agar Babel bisa ekspor ke Uni Eropa atau seluruh dunia. Potensi kualitas perikanan di sini bisa kita perbaiki, baik cumi, udang dan kerapu," sebutnya.

Apalagi, menurutnya, saat ini kapal-kapal dari luar negeri diantaranya Hongkong secara rutin mengangkut hasil laut Babel. Kondisi ini harus dimanfaatkan melalui pembinaan UPI secara berkelanjutan, termasuk sistem karantinanya.

"Bisa memberikan jaminan kepada negara-negara yang akan menerima produk perikanan, bahwa kualitas sesuai dengan standar yang mereka inginkan. Sehingga memperoleh nilai lebih baik, pasar yang besar, serta menggerakan perekonomian," tambahnya.

Dalam catatannya, produk perikanan Bangka Belitung hingga November 2016 yang diekspor mencapai 24 ribu ton dengan nilai Rp 1,2 triliun. Sebab itu Rina berharap UPI-UPI yang tersebar dapat menjaga kualitas sebagai salah satu jaminan ekspor ke mancanegara.

"Sudah bisa langsung ekspor keluar  dengan brand Bangka Belitung sesuai grade sekarang, dibandingkan sebelumnya harus dikirim terlebih dulu ke Jakarta atau daerah lain," ungkap Rina.

Dikesempatan itu tampak hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Hardi, Kepala Stasiun KIPMKHP Kelas I Pangkalpinang Nandang Koswara, (supri)

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Supri
Fotografer: 
Supri
Editor: 
Ismail
Bidang Informasi: 
Humas