Temu Wicara di Bangka, Wagub: Kita Hadir Disini Mengingat Kembali Komitmen Politis

SUNGAILIAT, BANGKA – Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke-17 tahun 2017, terlihat jelas berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang membedakan adalah, diselenggarakannya Temu Wicara oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dengan para tokoh, apakah itu tokoh Presedium Pendirian Babel, tokoh-tokoh dari berbagai elemen lainnya di Babel.

Mereka yang hadir sekaligus menjadi pembicara dalam Temua Wicara tersebut, diantaranya Amung Chandra, dan H. Yusroni Yazid selaku Presedium Wilayah Bangka.

Selain itu, turut hadir dalam kesempatan itu, Saviat selaku Presedium Wilayah Pangkalpinang, Sekda Bangka Fery Insani, Pejabat dari unsur Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Bangka, sejumlah Pejabat Eselon II, III di Lingkungan Pemprov Babel, dan mahasiswa.

Awal rangkaian Peringatan HUT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-17 ini, dimulai dari Kabupaten Bangka yang menjadi Tuan Rumah dengan kegiatan Temu Wicara, yang ditandai dengan Pemukulan Gong oleh Wakil Gubernur.

Pelaksanaan Temu Wicara yang berlangsung di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat, Bangka ini, mengusung tema "Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Penguatan Hasil Perikanan Melalui Inovasi Agropolitan dan Pengelolaan Hasil-hasil Perikanan".

Wakil Gubernur Babel Drs. H. Abdul Fatah, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, pertemuan ini, mengingatkan semua masyarakat Babel pada waktu 17 tahun yang lalu terhadap semangat perjuangan pembentukan Babel.

“Kita hadir disini untuk mengingat kembali komitmen politis para tokoh-tokoh presidium pembentukan Provinsi Babel yang menginginkan Babel berdiri sendiri sebagai Provinsi Baru dengan nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ungkap Wagub.

Dikatakan Wagub, tiga hal yang diamanatkan oleh tokoh-tokoh Presidium Pembentukan Provinsi Babel, Pertama, untuk mempermudah/mendekatkan Pelayanan Publik. Kedua, Meningkat Daya Saing Provinsi Babel. Ketiga, Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Babel.

Abdul Fatah menegaskan, di usia ke- 17 tahun ini, Babel masih dalam tataran ketahanan pangan. “Jika kita sudah pada tataran kedaulatan pangan, berarti kita sudah mampu swasembada sembilan bahan pokok. Kita mampu mengendalikan pangan dengan kekuatan kita sendiri dan tidak tergantung dengan daerah lain,” terang Abdul Fatah.

Lebih lanjut Wagub Abdul Fatah menjelaskan, ketahanan pangan ditempuh Pemerintah dengan intervensi pasar pada harga pangan melalui  Satgas Pangan yang melibatkan seluruh distributor pangan yang ada di Babel. “Forkopimda dan aparat hukum harus bersinergi untuk mengingatkan pelaku-pelaku usaha dalam membangun kedaulatan pangan,” tandasnya.

Untuk Bidang Pertanian dan Perkebunan, urai Wagub, tahun 2017 ini Pemprov Babel sudah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui sistem Resi Gudang dalam rangka mengendalikan dan menjaga harga komiditi Lada dan membantu para petani lada yang ada di Bangka Belitung

“Pada Bidang Pariwisata, kita sudah mulai bergerak untuk mewujudkan wisata bahari kelas dunia di Pulau Belitung melalui peningkatan infrastruktur bidang pariwisata di tanjung kelayang,” sebut Wagub.

Di usia Provinsi Babel yang sudah 17 tahun, Pemprov Babel Pemda Kabupaten/Kota, ditambahkan Wagub, terus bergerak membangun Provinsi ini, bersama-sama untuk meneruskan amanat Undang-Undang Otonomi Daerah.

Sementara itu, Yusroni Yazid dalam paparannya menegaskan, Babel memiliki potensi budidaya hasil laut yang sangat besar, dan Babel juga merupakan bagian dari poros maritim yang saat ini, menjadi program prioritas pembangunan Jokowi-JK.

Yusroni juga berharap adanya sinergitas antara Pemprov, Pemkab/Pemkot, Investor dan masyarakat untuk membangun Babel.

Temu Wicara yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, diakhiri dengn sesi dialog dan foto bersama.(Agus/Hasan).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Agus/Hasan
Fotografer: 
Suherman
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas