Terminal Baru Bandara Depati Amir Beroperasi Desember

Air Itam, Pangkalpinang - Setelah beberapa kali mengalami penundaan operasional, terminal baru Bandara Depati Amir Pangkalpinang masih belum bisa beroperasi hingga November 2016, karena masih merampungkan pengerjaan sejumlah fasilitas.

Kepastian penundaan operasional itu diperoleh saat kunjungan kerja Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr Yuswandi A Temenggung di lokasi pembangunan terminal baru bandara di Pangkalpinang, Kamis (17/11/2016).

Kunjungan dimaksud guna mengetahui kesiapan pemanfaatan terminal baru yang direncanakan dapat dilaksanakan pekan ketiga November ini. Yuswandi didampingi General Manager Angkasa Pura (AP) II Bandara Depati Amir Eko Prihadi meninjau sejumlah infrastruktur seperti lahan parkir, drop-out penumpang, ruang tunggu, ruang check-in hingga beberapa fasilitas yang masih dalam pengerjaan.

"Mau tidak mau kita semua harus mengikutinya, selaku pemangku kepentingan, pemerintah daerah mensupport sepenuhnya kalau itu sudah diperhitungkan dengan matang," kata Yuswandi.

Dirinya memaklumi penundaan operasional tersebut apabila berkaitan dengan prosedur yang harus dipenuhi. Karena berdasarkan keterangan yang diperoleh dari AP II Depati Amir, peresmian yang diharapkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-16 Provinsi Babel pada 21 November 2016, tidak bisa dilaksanakan.

Sebab itu Yuswandi minta hal-hal yang sangat esensial dengan waktu sebulan ke depan dapat dipenuhi.

"Itu tidak mengurangi niat kita untuk segera dapat dioperasikan pada tahun yang sama, tahun 2016, dan ini ahli sepenuhnya ada di AP II," tambahnya

Di sela kunjungannya, Yuswandi melakukan penamanan secara simbolis pohon palem pinang tunggal di area komplek bandara. Direncanakan pohon yang berfungsi sebagai vegetasi lahan dan peneduh itu akan ditanam sebanyak seribu pohon.

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah ikut membantu penghijauan, memberikan rasa nyaman bandara ini, di samping melakukan persiapan operasional bandara dalam rangkaian menyambut peringatan hari jadi provinsi," katanya.

Sementara itu GM AP II Eko Prihadi menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa memenuhi harapan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengoperasikan terminal baru Bandara Depati Amir dalam waktu dekat.

“Atas nama manajemen, Angkasa Pura mohon maaf atas tidak terlaksananya operasional terminal baru Bandara Depati Amir tepat pada peringatan HUT provinsi tahun ini," kata Eko Prihadi.

Belum terlaksananya operasional terminal baru dengan segala fasilitas pendukungnya yang menelan anggaran sekitar Rp 300 miliar, menurut Eko, disebabkan beberapa fasilitas pokok seperti sisi darat yang belum terbangun. Dirinya menyebutkan, Direktur Utama Angkasa Pura II (Muhammad Awaluddin-red) juga sudah meninjau langsung kesiapan yang harus dipenuhi, dengan standar petunjuk operasional penerbangan yang telah ditetapkan.

Ia menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan simulasi atau uji coba untuk mengetahui proses check-in dan sistem yang ada apakah berfungsi dengan baik.

"Dengan kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun, diprediksi penumpang yang melalui bandara ini hingga akhir tahun 2016 sebanyak 1,9 juta orang. Tahun depan diharapkan tumbuh menjadi 2,1 juta penumpang. Direncanakan soft openingnya tanggal 16 Desember tahun ini juga," tutup GM AP II Eko Prihadi. (tamawiwi)

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Tamawiwi
Fotografer: 
Tamawiwi
Editor: 
Ismail
Bidang Informasi: 
Humas