Tim Satgas Pengawasan Sawit Pemprov dan Komisi II DPRD Babel Kunjungi Pabrik Sawit PT SAL

BANYU ASIN, SUMSEL - Setelah melakukan kunjungan ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit di Pulau Bangka, Tim Satgas Pengawasn Kelapa Sawit Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali melanjutkan kunjungannya.

Namun, untuk kunjungan kerja (Kunker) satu ini, bukan ke Pabrik Sawit di Babel, melainkan ke Pabrik Sawit di Provinsi Sumatera Selatan.

Kunker dalam rangka tindaklanjut keluhan  para Petani terkait penampungan tandan buah segar (TBS) milik petani Babel ini, Tim Satgas Pengawasan Sawit Pemprov Babel tidak sendiri, tetapi bersama anggota Komisi II DPRD Babek.

Lokasi yang dipilih untuk dikunjungi pada Sabtu (3/11/2018) adalah Pabrik Sawit milik PT. Sri Andal Lestari (SAL) yang berlokasi di Desa Tanjung Laut Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyu Asin, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kedatangan Tim Satgas Pengawasan Sawit Pemprov Babel dan Komisi II DPRD Babel, disambut langsung Rudi selaku Manager Pembelian PT. SAL.

Dalam pertemuan itu, Rudi, menyambut baik kunjungan Tim Satgas Pemprov Babel bersama DPRD Babel, dan siap menampung TBS masyarakat Petani dari Pulau Bangka.

Rudi menjelaskan, Pabrik PT. SAL memiliki kemampuan produksi 60 ton per jam, masih mampu untuk menampung TBS dari Bangka sebanyak 300 ton hingga 500 ton per hari.

Ketua komisi II  dprd prov H. Aksan Visyawan, merasa senang atas penjelasan pihak pabrik, sehingga hasil kunjungan ini dapat di tindaklanjuti oleh pemprov babel.

Ketua Komisi II DPRD Babel Aksan mengaku senang atas penjelasan pihak Pabrik PT SAL, dan diharapkan nantinya dapat ditindaklanjuti oleh Pemprov Babel.

Dalam waktu dekat, ditambah Aksan, akan dilakukan rapat dengar pendapat kembali dengan Tim Satgas Pengawasan Sawit Pemprov Babel untuk meminta kepastian dari Pemprov Babel supaya petani sawit Babel bisa tertolong.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Pengawasan Sawit Pemprov Babel, Yulizar, mengatakan, sekilas menjelaskan mekanisme pendistribusian TBS dari Bangka ke Pabrik Sawit tersebut.

Menurut Yulizar, jarak Pabrik dengan dengan Bangka cukup jauh, sehingga harus dilakukan koordinasi dengan semua pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Kepolisian, supaya pengiriman TBS nanti lancar, TBS tidak busuk di perjalanan, dan harga TBS tidak terganggu.(Hasan).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Hasan
Fotografer: 
Hasan
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas