Wagub Berharap Rakorda Program KKBPK Lebih Meningkatkan Komitmen

PANGKALANBARU, BANGKA TENGAH - Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah membuka Kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2018.

Pembukaan Rakorda yang diselenggarakan Perwakilan BKKBN Babel, di Hotel Santika Pangkalanbaru Bangka Tengah, Babel, Selasa (13/3/2018) itu, ditandai dengan pemukulan Gong oleh Wagub.

Ikut mendampingi Wagub dalam pembukaan Rakor itu, Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional, yang diwakili Deputi pelatihan dan Pengembangan, Muhammad Rizal Martuah Damanik, Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Etna Estelita, Forkopimda Babel, sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov), Kabupaten/Kota se-Babel, serta mitra Kerja BKKBN.

Wagub berharap Rakorda ini dapat lebih meningkatkan koordinasi, keterpaduan, komitmen dan dukungan baik oleh Pemprov, Kabupaten/Kota, maupun seluruh mitra kerja dan para pemangku kepentingan dalam menerapkan berbagai kebijakan dan strategi program KKBPK di seluruh wilayah, terutama di wilayah-wilayah yang tingkat capaian program KKBPK-nya belum optimal.

Dalam kesempatan itu, Wagub menekankan perlunya sinergi arah dan kebijakan Rencana Kerja BKKBN Babel dengan Kabupaten/Kota, Pemprov Babel dan Pemerintah Pusat, sehingga dapat diketahui mana masuk ranah Kabupaten, mana ranahnya Pemprov dan mana ranahnya Pemerintah Pusat, dan kesemuanya itu harus disinergikan.

“Melalui Rakorda Program KKBPK ini, saya berharap dengan bersama-sama dapat berkomitmen melakukan sinkronisasi arah kebijakan dan pengembangan kegiatan prioritas program KKBPK, serta memperkuat sinergitas lintas sektor, antara pemerintah dan pemerintah daerah, dan dengan seluruh mitra kerja, baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya, sehingga tujuan utama pembangunan, yaitu mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia dapat tercapai,” kata Wagub.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Etna Estelita dalam laporannya menjelaskan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 153 tahun 2014 tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan terdiri dari 5 aspek, yaitu Pengendalian Kuantitas Penduduk, Peningkatan Kualitas Penduduk, Pembangunan Keluarga, Penataan Persebaran dan Pengarahan Mobilitas Penduduk serta Penataan Administrasi Kependudukan.

Dari 7 Kabupaten/Kota yang telah menyusun Grand Design Pembangunan Kependudukan dengan aspek Pengendalian Kuantitas Penduduk, baru 3 kabupaten yang telah selesai, yaitu Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur. 

Keberhasilan tersebut, kata Etna, tidak terlepas dari dukungan yang kuat dari Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati/Walikota dan jajarannya serta mitra kerja terkait baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Untuk itu, kami dari BKKBN mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kerjasama yang sangat baik selama ini,” ungkapnya.

Etna mengatakan, pada tahun 2018 ini, Pemprov Babel dan BKKBN akan menyelenggarakan Kemah Konselor Sebaya dan Ajang Kreativitas Remaja. Kegiatan ini sangat strategis dilaksanakan di Babel, karena dari hasil survey sosial ekonomi nasional angka rata-rata wanita melahirkan di usia 15 -19 tahun masih tinggi, yaitu 49 kelahiran dari 1000 wanita usia subur.

Harapannya, dengan adanya kerja sama ini, program akan terintegrasi secara berjenjang dan dapat bersinergi dalam mensuskeskan program KKBPK.

 

Mari Sinkronisasikan Arah Kebijakan Program KKBPK

Sementara, Kepala BKKBN Pusat yang diwakili oleh Deputi pelatihan dan Pengembangan, Muhammad Rizal Martuah Damanik mengatakan, Rakorda Program KKBPK Babel merupakan tindak lanjut dari Rakornas Program KKBPK Tahun 2018.

Rakornas, katanya, telah diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 13 - 14 Februari 2018 dan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ibu Puan Maharani.

Rizal berharap penyelenggaraan Rakorda ini, akan meningkatkan dukungan komitmen, koordinasi, integrasi, dan sinergitas antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, para pemangku kepentingan, dan mitra kerja dalam penerapan kebijakan dan strategi Program KKBPK pada Kampung KB di seluruh Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang tingkat capaian Program KKBPK-nya belum optimal.

Selain itu, diharapkan pula dapat terjalin koordinasi yang sinergis antara Provinsi dengan OPD Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dalam meningkatkan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

“Melalui Rakorda Program KKBPK tahun 2018 ini, mari kita sinkronisasikan arah kebijakan dan pengembangan kegiatan prioritas Program KKBPK. Selain itu, perkuat sinergitas lintas sektor antara Provinsi dan OPD Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, serta dengan segenap pemangku kepentingan dan mitra kerja dalam pelaksanaan Program KKBPK,” imbuhnya.

Dalam Rakorda ini, juga dilaksanakan Penandatanganan Kesepahaman Bersama antara Perwakilan BKKBN Babel dengan Organisasi Perangkat Daerah keluarga Berencana Kabupaten/Kota Se-Babel.

Disela-sela acara Pembukaan Rakorda Program KKBPK, Wagub Abdul Fatah menyerahkan Penghargaan kepada tiga Kabupaten di Babel yang berhasil mencapai angka tertinggi untuk peserta KB Baru, yaitu Bangka Tengah, Bangka Barat dan Bangka Selatan.

Wagub juga menyerahkan SK Pengurus Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Babel pada Agus Nuryadin sebagai Dewan Pembina dan Budi Rahmad sebagai Ketua IPKB Babel.(Lulus).

 

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas