Wagub Buka Rakor High Level Meeting TPID Babel Via Zoom

HUMASPRO, PANGKALPINANG - Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Meeting TPID Babel Via Zoom Meeting, Selasa (12/5/2020), di Ruang Rapat Gubernur Babel.

Wagub didampingi Kepala Biro Ekonomi Setda Babel pada saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, rapat yang berkitan dengan program TPID Provinsi Babel memiliki beberapa progres, diantaranya progres rod map pengendalian inflasi melalui 4K, yaitu yang pertama keterjangkauan harga, kedua ketersediaan pasokan dan tiga kelencaran distribusi serta komunikasi yang efektif.

“Kami menghaturkan terima kasih atas kehadiran semuanya, Bupati/Wali Kota serta lembaga lainya,” katanya. 

Upaya yang dilakukan 4K tersebut menurut Wagub, untuk keterjangkauan harga melalui pasar murah, pemantauan harga secara rutin, kemudian bersama satgas pangan memastikan kesesuaian harga pangan tertentu sesuai HET SK Kementerian Perdagangan.

Sedangkan untuk ketersedian pasokan, melakukan relalisasi cetak lahan baru, pemanfaatan KUR bagi UKM sektor pertanian, peternakan dan perikanan, serta melakukan implementasi teknologi tepat guna dan telah terbukti memalui proyek percontohan.

Sementara itu, untuk kelancaran distibusi. Upaya yang dilakukan yaitu memastikan distribusi barang khusus bahan pokok tidak terkendala tanggap darurat bencana, kemudian melakukan kerja sama antar daerah untuk komoditi strategis terhadap komoditi yang memiliki ketergantungan.

Untuk komunikasi efektif,  lanjut Wagub, upaya yang telah dilakukan adalah pemetaaan dan akurasi neraca pangan, dan melakukan sinergitas antar TPID Se- Babel maupun di luar Babel,  sering informasi, dan membuka jembatan perdagangan, saling membantu dalam kestabilan harga.

“Oleh karena itu, dalam rangka pengendalian iflasi di tengah pedemi Covid-19 perlu dilakukan upaya menjaga stok pangan strategis, menjaga kelancaran distibusi, menjaga harga tetap terjangkau, memperbaiki pasar agar petani, peternak, nelayan lokal memperoleh harga barang yang baik. Yang terakhir melakukan berbagai upaya pengendalian harga 4K dengan referensi rod map TPID yang telah disusun pada tahun 2018,” jelasnya.

Lebih lanjut Wagub mengatakan, laju perekonomian Provinsi Babel tahun 2020 diperkirakan pada rentang 1,65 -2,15 (YOY), lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya 3,32 (YOY). Hal itu terjadi karena dampak mewabahnya virus Covid 19.

Dijelaskan Wagub, sektor unggulan Babel yaitu pertambangan, pertanian, industri pengelolaan dan perdagangan diperkirakan terkena dampak langsung penyebaraan Covid-19.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas