Wagub Buka Rakor Pengusulan KEK Pulau Bangka

Pangkalpinang - Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Rapat Koordinasi (RAKOR) Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Bangka dan Evaluasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Belitung, yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Babel, Selasa (05/9/2017).

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah didampingi Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Babel, Andy Yusfany, secara resmi membuka Rakor yang ikut mengundang Kepala Bagian Perencanaan dan Kerjasama KEK, Kementerian Perekonomian RI, Mardi Santoso, sebagai Narasumber.

Hadir juga dalam Kegiatan ini, para Kepala Perangkat Daerah, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka Barat, Para Pelaku Usaha Pariwisata, PT. Timah dan Dinas Terkait di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur, Abdul Fatah menyampaikan, pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka percepatan pengembangan daerah. Pemerintah, katanya, menerapkan strategi melalui pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk keseimbangan pembangunan antar wilayah dengan membentuk KEK.

Lebih lanjut Wagub mengatakan, percepatan perkembangan daerah melalui KEK dapat terlihat dari perkembangan dan pertumbuhan di wilayah KEK Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung, dimana sejak ditetapkan sebagai KEK pariwisata telah membawa dampak bagi perkembangan pariwisata di Pulau Belitung dan masyarakat sekitar.

“Di Pulau Belitung sudah ada KEK pariwisata yaitu Tanjung Kelayang, dan kami melihat di Pulau Bangka juga ada, dan memiliki potensi untuk dikembangkan serta dapat menjadi KEK, yaitu membangun KEK di bidang pariwisata di Tanjung Gunung Bangka Tengah dan Tanjung Pesona Kabupaten Bangka. Sementara di Kabupaten Bangka Barat kawasan Tanjung Ular direncanakan sebagai kawasan industri,” ujar Wagub.

Wakil Gubernur juga menjelaskan, penetapan KEK di wilayah Bangka dan Belitung merupakan salah satu upaya dan cara pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan dan tumbuhnya kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi. 

“Dengan adanya penetapan KEK pada wilayah tersebut, kami harapkan dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi pada wilayah tersebut. Selain itu juga dengan adanya penetapan KEK ini, akan memberikan peluang dan kesempatan kepada masyarakat yang ada di sekitar wilayah KEK tersebut untuk berkarya dan mengembangkan kegiatan ekonomi seperti pengembangan UMKM,” ungkap Wakil Gubernur.

Sementara itu,  Kepala Bagian Perencanaan dan Kerjasama KEK Kementerian Perekonomian RI, Mardi Santoso dalam wawancaranya menyampaikan, wilayah KEK Tanjung Kelayang merupakan salah satu KEK dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. 

“Jika dibandingkan dengan 10 wilayah yang mengajukan KEK, belum sampai 3  tahun Tanjung Kelayang perkembangannya lebih cepat daripada yang lain. Dengan adanya KEK ini, dampaknya memang tidak bisa cepat, tapi yang diharapkan adalah bagaimana dengan penetapan KEK ini, bisa memberikan efek positif sampai kepada masyarakat bawah,” tegas Mardi.

Selain penetapan KEK bidang pariwisata, saat ini juga telah ditetapkan KEK bidang Industri untuk wilayah Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat. Terkait dengan pengembangan KEK selain Tanjung Kelayang Belitung, Mardi Santoso mengungkapkan, perlu adanya variasi tematik dalam penetapan KEK dan integrasi antar wilayah KEK.

“Integrasi merupakan hal penting, dalam artian mengintegrasikan antara wilayah KEK yang satu dengan yang lainnya. Jadi, antara KEK yang satu dengan yang lain tidak saling berkompetisi, namun justru bisa saling terintegrasi,” ungkap Mardi.

Mardi juga mengungkapkan, dalam pengembangan KEK dibutuhkan adanya dukungan dari stekeholder terkait, yaitu pemerintah, badan usaha dan tentunya dukungan investor baik lokal maupun internasional.

“Dari badan usaha memang harus aktif dalam mencari investor untuk mendorong percepatan KEK. Diharapkan investor dapat menanamkan bisnisnya disini,” tutup Mardi.(Lulus).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas