Wagub Dukung Penanaman Pongamia di Babel

Pangkalpinang - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel Budiman Ginting, Sabtu (20/1/2018), di ruang kerjanya  menerima Hari Prakash perwakilan PT.Bangka Belitung Hijau Lestari.

Kedatangan Hari Prakash beserta jajaran PT Bangka Belitung Hijau Lestari dalam Rangka Pemanfaatan Lahan Tidur dan Lahan Eks Tambang Timah yang belum direklamasi.

Dalam paparannya dihdapan Wakil Gubernur Hari Prakash mengemukakan saat ini, Minyak adalah salah satu Sumber Daya yang tidak bisa diperbaharui, maka Dunia saat ini sudah berbenah untuk mencari alternatif penggantinya.

"Saat ini Babel adalah lahan yang cocok untuk penanaman Pongamia, dimana kondisi tanahnya mengandung pasir, dan ini menunjang tumbuh baiknya tanaman. Karena salah satu kesuburan tanaman ini banyak unsur pasirnya," jelas Prakash.

Selain itu, Hari Prakash memperjelas  dalam satu Hektar Tanah bisa ditanam 500 batang Pangomia, dan yang dibutuhkan untuk tanaman ini sebanyak 2000 hektar.

"Kami meminta kepada pak Wagub sekiranya diizinkan agar kami diberi lahan penguji coba untuk membuktikan beberapa jenis pangomia yang paling cocok untuk kami tanam dengan sel apa besar nantinya," ujar Prakash.

Menanggapi persentasi dan paparan dari Hari Prakash ini, Wagub Abdul Fatah terkesan dan sangat mendukung untuk dilaksanakannya penanaman pangomia ini di Babel. Karena menurut Wagub, selain sebagai Alternatif, ini adalah sumber yang inovatif dan juga menghasilkan.

"Saya akan mendiskusikan segera dengan Bapak Gubernur perihal paparan ini, karena setelah saya perhatikan ini sungguh luar biasa, apalagi banyak menghasilkan ragam seperti Bio Solar dan Antiseptik  peroses penanaman tidak sulit sungguh Tanaman Super," ungkap Wagub.

Sementara itu, sebelumnya Asisten II Setda Pemprov Babel Budiman Ginting juga memberikan  apresiasi yang tinggi.  "Kendati demikian tetap harus ada bukti," kata Budiman.

"Saya inginnya realisasinya segera, tetapi lebih baik dibuktikan dahulu dengan melakukan penanaman beberapa ratus tanaman, karena kalau tiba-tiba kami langsung mempersiapkan 2000 hektar dan hasil tidak sesuai harapan sungguh ini suatu kerugian," ungkap Budiman.

Perlu diketahui, Pongamia (Pongamia pinnata) merupakan tanaman legum yang bijinya diketahui mengandung minyak dan asam lemak yang sesuai untuk produksi biodiesel. Tanaman ini termasuk dalam family Fabaceae dan genus Pongamia yang merupakan tanaman asli di beberapa Negara seperti India, Malaysia, Indonesia, Taiwan, Bangladesh, Sri Lanka dan Myanmar.

Tanaman ini juga dapat ditemui di beberapa bagian di Afrika Timur, Australia Utara dan Florida. Pongamia dapat tumbuh di berbagai habitat dengan berbagai tipe tanah dan kondisi tumbuh termasuk di daerah pantai, hutan mangrove dan pesisir sungai. Tanaman ini dapat bertahan hidup pada kisaran suhu 5 – 50oC dan ketinggian 0 – 1200 m dpl.

Karena adanya perakaran yang cukup dalam, menyebabkan tanaman ini memiliki toleransi terhadap kekeringan dan dapat ditemukan pada daerah dengan curah hujan antara 200-2500 mm/tahun. Di Indonesia tanaman ini disebut dengan nama malapari, atau bangkong (jawa) dan kranji (Madura).

Pongamia dapat tumbuh baik dibawah sinar matahari penuh maupun dengan naungan. Karakteristik tanaman memiliki tinggi antara 7-10 m, dengan diameter batang 50-80 cm. Daun berwarna hijau tua mengkilat pada permukaan atas dan hijau pucat pada permukaan bawah. Daun muda berwarna merah muda kemerahan dengan bunga berwarna putih, merah muda atau seperti warna biji lavender, dan biasanya muncul pada akhir musim semi atau awal musim panas. Biji berukuran panjang 1.5 cm berwarna coklat muda, berbentuk oval dan dalam bentuk gerombol (kluster) serta berada dalam polong berwarna coklat.

Reproduksi terjadi melalui biji tetapi dapat diperbanyak pula dari bagian akar. Dari satu tanaman dapat dihasilkan 9-90 kg biji, dimana dapat menghasilkan sampai 40% minyak/biji. Kurang lebih 50% dari minyak yang dihasilkan adalah C18:1 yang sesuai untuk produksi biodiesel.

Paparan mengenai tanaman Pangomia tersebut turut dihadiri  Kepala Dinas Perkebunan, Pertanian dan Peternakan Toni Batubara dan  Elfiyana Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi  Bangka Belitung.(Imam)

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Imam
Fotografer: 
Imam
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas