Wagub: Hasil Penjualan Pasar Murah Diserahkan ke Pesantren Hidayatussalikin

Temberan, Pangkalpinang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah terus menggencarkan Operasi Pasar Murah, dalam rangka menekan harga kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako). Namun, ada yang menarik dalam Operasi Pasar Murah tahun ini. Kalau tahun-tahun sebelum, Pasar Murah hanya digelar di lapangan terbuka dan di kawasan pemukiman penduduk, akan tetapi kali ini justeru kawasan Pondok Pesantren Hidayatussalikin dijadikan lokasinya.

Seperti pada Senin (19/6/2017), ratusan masyarakat antusias mendatangi dan membeli paket sembako yang digelar Kementerian Perdagangan melalui PT. Tinindo Inter Nusa bekerjasama dengan Disperindag Provinsi Babel. Barang-barang yang dijual di Pasar Murah ini, sudah dimasukan kedalam bungkus plastik. Jadi, warga yang membeli harus datang dengan membawa kupon yang telah dibagikan sebelumnya.

Pagelaran Pasar Murah di dalam kawasan Pondok Pesantren Hidayatusslikin itu, dihadiri langsung Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), H. Abdul Fatah, Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Perdagangan,  Suhanto, dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Babel, Yusliswan.

Wagub Abdul Fatah, disela-sela kegiatan Pasar Murah tersebut mengatakan, sangat menyambut baik digelarnya Pasar Murah ini, sehingga dapat memberikan keringanan beban bagi masyarakat, terutama dalam membeli sembako menjelang Lebaran Idul Fitri 1438 H.

“Pasar Murah ini, tentu akan dirasakan sekali oleh masyarakat. Dan yang lebih penting lagi, hasil penjualan Pasar Murah ini, akan diserahkan langsung ke Pondok Pesantren Hidayatussalikin,“  ungkap Wagub Abdul Fatah.

Lanjut Abdul Fatah, dengan diadakan Pasar Murah pada saat ramadhan ini, diharapkan akan memberikan stabilitas harga menjelang lebaran, sehingga kebutuhan sembako dengan harga yang stabil mampu memberikan dampak dalam menurunkan tingkat inflasi yang ada di Babel.

Terkait dengan harga daging menjelang lebaran Idul Fitri, Abdul Fatah juga menegaskan Pemprov Babel telah melakukan suatu usaha dalam menjaga stabilitas harga daging, terutama daging sapi dengan harga 120 ribu per kg.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Perdagangan,  Suhanto menjelaskan, Pasar Murah ini, merupakan kepedulian perusahaan PT Tinindo Inter Nusa dalam membantu masyarakat dengan setengah harga dari harga pasar. “Pasar murah ini, merupakan kepedulian perusahaan dalam menyediakan dan membantu masyarakat sekitar, serta menginfaqkan hasil penjualan kepada Pondok Pesantren Hidayatussalikin,” ujar Suhanto.

Selain itu, Suhanto mengatakan, pada umumnya Pondok Pesantren itu sifatnya mandiri tidak dibiayai pemerintah, dimana biaya atau pendapatan yang diterima merupakan hasil usaha dari pemberian pengusaha ataupun masyarakat, sehingga PT Tinindo Inter Nusa mengambil bagian dalam membantu masyarakat juga membantu pondok pesantren.

Suhanto juga menambahkan, kegiatan Pasar Murah Ramadhan ini, dilakukan di 34 provinsi seluruh Indonesia dan bekerjasama dengan perusahaan swasta.

“Dengan dilakukannya pasar murah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat begitu juga dengan stabilitas harga pokok dipasaran,“ imbuh Suhanto. (Sentosa).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas