Wagub Optimis Prukades Tanam Padi Dapat Tingkatkan Produksi Beras di Babel

AIR ITAM, PANGKALPINANG - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah optimis melalui Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) Tanaman Padi di Bantu Betumpang Kabupaten Bangka Selatan, akan meningkatkan produksi beras untuk kebutuhan beras masyarakat di Provinsi Babel.

Menurut Wagub, kalau sdebelunya Provinsi Babel hanya mampu menghasilkan 26 persen, dengan adanya program ini, bisa meningkat lebih dari 26 persen.   

“Pemprov Babel hanya bisa memenuhi kebutuhan beras untuk masyarakatnya sekitar 26 persen, dan sisanya 74 persen berasnya dari luar Babel. Mudah-mudahan dengan pola ini, walaupun tidak 100 persen tidak terpenuhi, paling tidak setengah per satu, itu kita gapai, optimis,” tegasnya saat memberikan arahan dan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Prukades Tanaman Padi, Rabu, (11/9/2019) siang, di Ruang Tanjung Pesona Kantor Gubernur Babel.

Wagub menjelaskan, sebenarnya kegiatan Program Unggulan Kawasan Pedesaan Tanaman Padi ini sudah ada yang dilakukan secara partikel, yaitu penggarapan sawah berbasis korporasi. Ini sudah dilakukan di Belitung Timur, dan sudah memasuki musim tanam.

Sekarang,  kata dia, akan lebih dikembangkan lagi di daerah Kabupaten Bangka Selatan, yang memiliki luas lahan sawahnya, sangat besar sekali.

“Mudah-mudahan akan berlangsung dan sesuai harapan kita semuanya, termasuk harapan para petani yang berada di  desa,” harapnya.

Di sini, ditambahkan Wagub, ada dua hal yang akan dikembangkan. Yang Pertama, apakah murni melakukan koporasinya secara langsung dengan masyarakat dan atau dengan sewasta.

“Kita lihat saja perkembangannya nanti. Kalau misalnya nanti ada win-win, dengan masyarakat atau dengan pihak swasta juga akan dijalani, sambil mengedukasi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha Transmigrasi, Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT RI, Supriadi mengatakan, pemerintah pusat mengharapkan keinginan Pemprov Babel untuk ketahanan pangan pada tahun 2022, sebanyak 50 persen pangan didatangkan dari lokal. Untuk saat ini, 74 persennya didatangkan dari luar Babel.

“Program yang akan dimunculkan adalah industrialiasi pertanian terintegrasi, menuju ketahanan pangan di Provinsi Babel, polanya dengan pendekatan kawasan dan pendekatan pola korporasi,” pungkasnya.

Sekarang, lanjut dia, bagaimana mendorong minat masyarakat, yang saat ini proporsinya hanya 30 persen  yang berminat bertanam padi,  di dorong paling tidak 60 presen tercapai, dengan cara meningkatakn produksivitas tata kelola air, kemudian pemberian input produksi bibit unggul dan konektivitas jalan, sehingga memperbudah penyaluran bibit padi ke sawah.

“Mudah-mudahan harapan yang kita capai nanti terpenuhi, untuk mencapai ketahannan pangan di Provinsi Babel,“ imbuhnya.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas