Wagub Pimpin FGD Kajian KPJU Unggulan UMKM di Babel

PANGKALPINANG – Wakil Gubernur (Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah membuka sekaligus memimpin Focus Group Disscussion (FGD) Penelitian/Kajian Komoditas Produk Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM di Babel.

FGD yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Babel, Jumat (9/8/2019) sore itu, diikuti Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Tim Kantor Perwakilan BI Babel, Pengurus Kamar Dagang Indonesia Babel, dan instansi terkait lainnya.

Wagub Abdul Fatah dalam arahannya mengatakan, dengan adanya FGD Penelitian/Kajian KPJU Unggulan UMKM ini, akan memberikan masukan dan bermanfaat dalam arah dan kebijakan Pemerintah, terutama Pemprov Babel dalam menentukan komoditas produk potensial yang dimiliki Babel.

Untuk itu, Wagub berharap kepada seluruh Pimpinan OPD terkait di lingkup Pemprov Babel agar memberikan perhatiannya, berupa masukan dalam wujud kuesioner yang diberikan untuk diisi, dengan baik dan tepat, demi penelitian dan kajian yang akan dilakukan LPPM UBB ke depan.

Selain itu, Abdul Fatah menginginkan, dengan adanya penelitian dan kajian ini, akan menjadi hal yang sangat baik dalam kolaborasi untuk memecahkan persoalan - persoalan yang saat ini dihadapi, khususnya Penelitian dan Kajian KPJU Unggulan UMKM di Babel.

Melalui FGD ini pula, lanjut Wagub, Pemprov Babel dapat bergerak dan melebarkan produk usaha yang nantinya diharapkan menjadi bagian dari masukan untuk kebijakan strategis yang harus dilakukan di Babel.

“Penelitian dan kajian yang dilakukan terhadap produk komoditas yang unggul ini, mudah-mudahan dapat memberikan dampak dalam menurunkan nilai inflasi di Babel,” imbuhnya.

Kepala BI Babel Tan Tan Heroika yang diwakili Tim Kantor Perwakilan BI Babel, Dedy Sutardi mengatakan, tugas BI dalam kegiatan FGD ini, sebagai penasihat yang memberikan masukan kepada Pemerintah, terutama terkait dengan melakukan identifikasi maupun strategi, komoditas yang ada.

Penelitian kerjasama antara Pemprov Babel bersama BI dan LPPM UBB ini, katanya, untuk melakukan penelitian mengenai komoditas produk jenis usaha yang ada di Babel, supaya dapat dikembangkan dan ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat.

“Hasil dari penelitian ini, nanti akan memberikan kontribusi positif baik bagi kebijakan yang ada di pemerintahan maupun masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penelitian ini dilakukan dalam 5 tahun sekali, dimana pada tahun 2013 telah dilakukan untuk mendorong perekonomian daerah, dan itu diatur didalam ketentuan yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Peneliti UBB, Reniati mengungkapkan, wilayah dalam penelitian di 43 Kecamatan, 82 Kelurahan, 309 desa yang ada di Babel.

“Penelitian yang dilakukan ini, memiliki tujuan dalam memberikan informasi Penelitian/Kajian KPJU Unggulan UMKM perlu mendapat prioritas di Babel, memberikan informasi yang timbul dimasing - masing sektoral yang ada, dan juga memberikan rekomendasi,” tutur Reniati.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas