Wagub Pimpin Rakor Prukades Tanaman Padi di Bantu Betumpang

AIR ITAM, PANGKALPINANG - Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah, memimpin secara langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) Tanaman Padi di Bantu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Babel.

Pertemuan yang berlangsung Rabu, (11/9/2019) siang, di Ruang Tanjung Pesona Kantor Gubernur Babel itu, dihadiri Direkrur Kemendes RI, Supriadi, Kepala Dinas Pertanian Babel Juaidi, Kepala Dinas PUPR Babel, Noviar, Kepala Disnakertrans Babel, Cepi, Kepala Bulog Kota Pangkalpinang, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Disnaker Kabupaten serta pihak terkait lainnya.

Wagub dalam arahannya mengatakan, ada dua hal yang di bahas pada rapat kali ini, yaitu yang permasalahan Tim Pembiayaan dan masalah penjadwalan. “Ini sangat penting bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, karena pengadaan beras ini menjadi sangat strategis. Sebab, Babel hanya menghasilkan 25 persen dari total yang di butuhkan,” kata Wagub.

Maka dari itu, diperlukan upaya-upaya bagimana meningkatkan produksi beras, dimulai dari faktor-faktor pendukung yang harus segera dilakukan. Dimulai dari masalah tim biaya, dalam menyiapkan faktor-faktor mendukung, dan meminimalisir faktor-faktor tambahan lainya.

“Mari manfaatkan waktu kita ini dengan sebaik-baiknya, untuk mengurai dua skim, yaitu skim pembiayaan dan skim penjadwalan yang harus dilakukan sampai selesai," ujar Wagub.

Wagub mengharapkan dari Kementrian Desa bisa memberikan gambaran kepada Pemprov Babel mengenai permasalahan pembiayaan dan faktor-faktor pendukung lainya. "Mudah-mudahan pertemuan ini, akan menggambarkan kepada kita semua agar kita bisa melakukan dan bukan hayalan," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha Transmigrasi, Direktorat Jendral Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT RI, Supriadi dalam paparannya mengatakan, pertemuan ini, yang harus dilakukan, yaitu mendetilkan dan membahas satu persatu proses pengembangan Prukades,  dimulai dari perencanaa pembuatan peta lahan potensial sawah, di kawasan Batu Betumpang, sampai pada Rapat Koordinasi Kelengkapan Data dan Informasi (Datin), Rencana Kegiatan, Jadwal Pelaksanaan hingga rencana aksinya.

Selain itu, persiapan-persiapan harus dilakukan salah satunya normalisasi saluran, pintu, dan tata kelola air, di kawasan Prukades Batu Betumpang, penyediaan Herbisida untuk pengelolahan lahan tanaman padi, termasuk penyiapan BBM dan biaya operatornya serta peningkatan Kapabilitas SDM Poktan dan Bumdes.

"Peran para pihak, dalam itu semua sangat diperlukan. Misalnya Pemprov Babel pembutan peta lahan, Kementan penyusunan Juknisnya, trans itu penyiapan data dan informasi, Dirjen PKP pelaksanaan kebijakan pembangunan kawasan pedesaan, PT. Timah terkait subsidi BBM nya," rinci dia.

Juaidi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel menjelaskan, rapat yang dilakukan ini, yaitu untuk menyepakati ketersediaan anggaran, dimana ada biaya pengolahan lahan, karena lahan ini harus diolah, ada yang lahan bebas tumbuh dan ada lahan dikelola lebih lanjut.

Berikutnya, kata Juaidi, akan memantapkan jadwal pelaksanaan kerja, dimana nanti akan berbagi peran siapa dan berbuat apa, termasuk juga dukungan dari pembiayaan misalnya dari PT. Timah dan Bank BRI, juga dari bulog yang akan menampung hasil padi ketika panen.

“Mudah - mudahan semuanya selesai, dan bisa langsung diperaktekan di lapangan. Mudah-mudahan juga ada kesepakatan dan bisa ditindaklanjuti,” harapnya.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas