Wagub Pimpin Rapat Pembahasan Bansos Rastra

PANGKALPINANG - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah memimpin rapat tentang pembahasan bantuan sosial  (Bansos) beras sejahtera (Rastra) yang disenggarakan di Ruang Tanjung Pesona Lantai I Kantor Gubernur Babel, Jumat (19/1/2018) siang.

Mengawali sambutannya Abdul Fatah mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel telah meluncurkan dan  mendistribusikan beras  sejahtera di Pangkalpinang dari Bulog Babel ke Kecamatan dan pemerintah desa.

Adul Fatah menjelaskan, dalam penyerahaan beras yang berupa beras sejahtera tidak dikenakan biaya sedikitpun alias gratis kepada masyarakat yang berhak, sehingga dengan diberikannya bantuan rastra  ini, dapat meringankan masyarakat penerima.

"Penyerahan beras sejahtera ( rastra) bebas biaya tebus dan meringankan beban penerima rastra," ungkap Abdul Fatah.

Lanjut Wagub, pendistribusian beras sejahtera terdapat di 257  titik ambil di Babel yang akan dilakukan oleh Bulog, selebihnya adalah menjadi tanggung jawab Pemprov dan Kabupaten/Kota.

Kata Wagub, dalam penyebaran  dan pendistribusian rastra sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten /kota masing- masing.

"Dulu biaya distribusi dianggarkan langsung oleh Dinas Sosial Provinsi Babel,  dan sekarang harus kerjasama dengan pemerintah daerah," ungkap Abdul Fatah.

Ditegaskannya, sesuai arahan dari Gubernur saat ini, untuk biaya pendistribusian beras sejahtera tersebut dilimpahkan ke Pemerintah Kabupaten/Kota. Dengan adanya gotong royong antara Pemprov dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, maka kapasitas bantuan yang diberikan lebih banyak.

Dalam rapat ini juga Abdul Fatah meminta pendapat dan usulan yang ditawarkan masing-masing pemerintah daerah dari 7 Kabupaten/ Kota yang diwakili oleh masing masing kepala dinas sosialnya.

Wagub mengharapkan masing -masing pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan pihak bulog dalam pendistribusian kedepan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Babel M. Azis mengatakan, sehubungan dengan bantuan sosial beras sejahtera tahun 2018, terdapat perubahan yang signifikan terkait dengan pendistribusian beras sejahtera (rastra), dan diharapkan kepada Kemerintah Kabupaten/Kota menganggarkan biaya pendistribusian rastra tersebut.

Azis menyebutkan, dalam penyerahan dan pendistribusian beras tersebut, diharapkan kerjasama masing - masing Pemkab/Pemkot sampai titik terakhir dan tidak terkurangi sedikit pun.

Pada kesempatan sama, Kabulog Divre II  Bangka  Tri Novianti  menjelaskan, Bulog hanya dapat mendistribusikan 257 dalam pendistibusian beras sejahteta di kantor kecamatan dan pemerintah desa, sehingga ke titik pengambilan terakhir oleh penerima manfaat.

Lanjut Tri, dengan jumlah pendistribusian di titik pengambilan yang terakhir selain dari 257 titik tersebut menjadi kewengan yang dilakukan oleh Pemkab/Pemkot yang ada di Babel.(Sentosa).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentoa
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas