Wagub Tanam Padi Bersama di Desa Kimak

Kimak, Bangka – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Drs. H. Abdul Fatah, M.Si, Kamis (7/9/2017) pagi, menanam Padi Bersama di Lahan Sawah Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Turut serta dalam penanaman padi bibit tahan kering tersebut, Bupati Bangka yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bangka, Marwan Zapari, Kadis Pertanian Provinsi Babel, Toni Batubara, Kadis Pertanian Kabupaten Bangka, Kemas Arpani, unsur TNI, Polri, BPTP Babel, Camat, Kades Kimak, dan Kelopok Tani Sawah Desa Kimak.

Dalam penanaman padi bersama tersebut, Wagub bersama Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bangka, Marwan Zapari, Kadis Pertanian Provinsi Babel, Toni Batubara, Kadis Pertanian Kabupaten Bangka, Kemas Arpani, unsur TNI, Polri, BPTP Babel, Camat, dan Kades Kimak, terlihat antusias memasukan bibit padi sawah kedalam lubang-lubang yang digali menggunakan kayu penggali di lahan sawah tersebut.

Wagub dalam sambutannya pada kesempatan itu, mengatakan Penanaman Padi di persawahan Desa Kimak ini, masih merupakan rangkaian agenda bersama dari program nasional Upacaya Khusus (Upsus) peningkatan produksi padi di Provinsi Babel.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, bisa mendorong petani di daerah lain di Babel untuk memulai mempersiapkan kembali lahan pertaniannya, sehingga pemanfaatan lahan pertanian khususnya untuk komoditas padi dapat dioptimalkan,” ungkap Wagub.

Ditambahkan Wagub, sebagaimana tertuang dalam Nawacita Pembangunan Nasional, pembangunan pertanian kedepan adalah untuk mewujudkan kedaulatan pangan, dimana Indonesia mengatur masalah pangan secara mandiri.

Wagub juga mengatakan, persoalan pertanian tidak bisa diselesaikan sendiri oleh jajaran pertanian, namun memerlukan dukungan dari instansi terkait, khususnya dinas pekerjaan umum, badan perencana daerah, dinas perdagangan, TNI-AD, Pemerintah Kabupaten, Bulog, akademisi, swasta dan petani itu sendiri.

“Dalam  upaya khusus peningkatan produksi padi ini, secara bertahap perlu diselesaikan lima masalah, diantaranya pengaturan tata kelola air yang baik, kemuddahan petani mendapatkan benih unggul bersertifikat, pengadaan dan distribusi pupuk, terbatasnya penyediaan alat mesin pertaniaan beserta kelembagaannya, dan keterlibatan secara maksimal penyuluh pertanian,” papar Wagub.

Wagub menyebutkan, kontribusi Provinsi Babel terhadap capaian target produksi nasional pada tahun 2017 sebesar 39.929 ton gabah kering giling atau setara beras 25.051 ton dengan kenaikan produksi sebesar 12,83 persen dari tahun 2016 yang hanya mencapai produksi sebesar 35.388 ton.

Selain itu juga diungkapkan pula, pada tahun 2017 ini, Provinsi Babel melalui APBN akan melaksanakan cetak sawah seluas 2.594 hekatar, optimasi lahan 9.625 hektar, fasilitas penerapan budidaya padi inbrida 1.600 hektar, dan padi organic 20 hektar. Sedangkan dukungan dari APBD Provinsi Babel berupa kegiatan peningkatan gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu seluas 250 hektar.

“Untuk Kabupaten Bangka, dukungan yang diberikan antara lain rehab jaringan irigasi 350 hektar, rehab atau pembangunan irigasi rawa 1.000 hektar, optimasi lahan 2.540 hektar, traktor roda dua dan pompa air, serta bantuan benih padi inbrida 250 hektar,” terang Wagub.

Sementara itu, Bupati Bangka diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Marwan Zapari pada kesempatan sama menyampaikan, Kabupaten Bangka saat ini memiliki potensi lahan pertanian seluas 112.000 hektar.

Dengan potensi sebesar tersebut, dikatakannya, seharusnya para petani dapat berperan secara aktif untuk memanfaatkannya menjadi lahan persawahan.

Sebelumnya, Kadis Pertanian Bangka, Kemas Arpani dalam laporannya mengatakan, lahan sawah di desa kimak yang ditanami padi ini, merupakan kegiatan yang pertama di tahun ini. Sebab, pada tahun sebelumnya lahan ini sempat terhenti penggarapannya, lantaran dari sejumlah padi sawah yang ditanam, tidak semuanya berhasil. Akibatnya membuat sebagian petani tidak bersemangat.

Penyebab tidak tercapainya jumlah produksi sesuia dengan yang ditanam tersebut, kata Kemas, diantaranya kondisi hujan kala itu cukup tinggi. “Kami berharap dari rencana kami untuk tahun ini, mulai awal September sampai Oktober, 311 luas area sawah   yang kami rencanakan terealisasi penanamannya bisa terpenuhi,” kata Kemas.(humasprov)

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Ahmad
Fotografer: 
Ahmad
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas