Wury Ma'ruf Amin Buka IKM Go Digital

HUMASPRO, PANGKALANBARU- Ketua Dekranas, Wury Ma’ruf Amin membuka secara resmi IKM Go Digital yang  ditandai dengan menyentuhkan tangan ke bagian monitor yang tersedia di atas podium yang diselenggarakan di Ballroom Gale Gale, Bangka Tengah, Kamis (27/2/2020).

Dalam sambutan Ketua Dekranas Wury Ma'ruf Amin mengatakan kerajinan merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat, sehingga kerajinan merupakan bagian tak terpisahkan dari kebudayaan suatu daerah.

Lanjut Wury, dekranas sebagai organisasi semi pemerintah memiliki fungsi menggali, melestarikan, mengembangkan, serta meningkatkan kualitas kerajinan khas daerah sebagai warisan budaya serta mendorong usaha melalui online maupun offline.

Selain itu, Wury menjelaskan melalui Dekranas pemerintah dapat  menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat , sehingga diharapkan dapat  meningkatkan taraf hidup masyarakat. 

"Kegiatan yang dilakukan pada hari ini merupakan wujud kerja sama Dekranas dengan pemerintah , maupun pemerintah pusat dengan daerah , dimana dalam hal ini provinsi kepulauan Bangka Belitung," jelas Wury. 

Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi mengucapkan selamat datang kepada Ketua Dekranas beserta rombongan yang telah mengunjungi Bangka Belitung. 

"Saya mewakili seluruh pengurus dekranasda provinsi dan kabupaten kota mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perkenannya Ibu Ketua Dekranas yang telah bersedia berkunjung  ke Bumi Serumpun Sebalai," ungkap Melati Erzaldi. 

"Dengan kehadiran Ketua Dekranas Sebagai membawa manfaat dan memberikan manfaat serta energi positif kepada seluruh pelaku kerajinan di Provinsi Bangka Belitung dan terus berinovasi dalam berkarya," timpal Melati disela- sela sambutannya.

Melati menjelaskan, di era disruption saat ini, teknologi telah merubah pola pikir dan gaya hidup masyarakat dari konvensional  menjadi digital, segalanya dipermudah menjadi serba cepat melalui bantuan teknologi sehingga  dipaksa untuk mengikuti perkembangan zaman.

Ditambahkannya, dengan tantangan yang dihadapi saat ini, perajin dituntut tidak hanya mampu untuk membuat produk yang baik, namun lebih dari itu setiap perajin dituntut untuk selalu bisa mengikuti majunya zaman, update akan teknologi, mampu mengimplementasikan konsep - konsep promosi yang efektif dan efisien, memperbaiki pelayanan dan memanjakan pelanggan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dekranasda Babel menyebutkan, terdapat  18.707 unit usaha industri kecil menengah (UIKM), dimana terdapat 8 persen atau 1.416 unit diantaranya merupakan usaha kerajinan.

Unit usaha yang diguliti masyarakat, ulas dia, merupakan  usaha kerajinan. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah industri kerajinan memiliki trend yang cenderung meningkat seiring dengan perkembangan dunia pariwisata yang terjadi.

"Di Bangka Belitung memiliki trend yang cenderung meningkat seiring dengan perkembangan dunia pariwisata yang terjadi dan kerajinan khas Bangka Belitung seperti tenun cual,  pewter, batu Satam , kopiah resam, batik, rajutan dan anyaman, sejatinya memiliki karya seni yang bernilai tinggi dengan bahan baku yang mengedepankan kearifan lokal," tegas Melati. 

"Dekranasda Bangka Belitung terus berupaya menjawab tantangan perubahan zaman yang saat ini tengah kita hadapi, dengan melakukan  beberapa program strategis bagi pelaku industri kerajinan melalui pelibatan berbagai pihak, seperti pihak perbankan khususnya bank Indonesia, civitas akademika hingga BUMN, (PT. TIMAH) untuk menciptakan gerakan bersama dalam pengembangan produk kerajinan di Bangka Belitung mulai dari proses hulu sampai hilir," sambung Melati.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas