Wagub Abdul Fatah Mulai Penanaman 3.120 Batang Lada di Median Jalan Pulau Pelepas

PANGKALPINANG – Keinginan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman menjadi agar pohon hidup yang ada di jalan-jalan utama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel ditanami Pohon Lada, kini mulai direalisasikan.

Dibawah koordinasi Dewan Rempah Babel, Jumat (9/11/2018), Wakil Gubernur (Wagub) Abdul Fatah, sekitar Pukul 06.20 Wib, resmi memulai penanaman sebanyak 3.120 batang Lada  di sepanjang Median Jalan Pulau Pelepas, yang mengubungkan Pangkalpinang – Bangka Tengah.

Penanaman Lada Perdana yang diikuti Pejabat dari unsur Forkopimda Babel, Pejabat dan Pegawai di OPD Pemprov Babel, Kepala BPTP Babel Wahyu Wibowo, Ketua Dewan Rempah Babel Bayodandari, Peneliti dari  Universitas Gajah Mada, Prof Bambang Hadi Sutrisno, sejumlah Penyuluh Pertanian Babel, Dosen dan sejumlah Mahasiswa UBB, Siswa SMK, dan sejumlah elemen terkait lainnya ini, diawali dengan Apel Bersama yang berlangsung Lapangan Komplek GOR Sahabudin. 

Wagub dalam arahan singkatnya menyampaikan terima kasih kepada semua jajaran dan elemen yang hadir untuk turut serta dalam penanaman lada di sepanjang Jalan Pulau Pelepas ini.

Dalam kesempatan itu, Wagub mengungkapkan keinginannya agar Lada Babel tidak mati suri. "Lada yang ditanam ini adalah etalase, dan Babel sebagai penghasil lada yang tentu diperhitungkan di dunia. Saya hanya ingin, ini terus berkelanjutan baik di penanaman dan pemeliharaan, dan tentunya bisa memberikan hasil,” ungkap Wagub Abdul Fatah.

Sementara itu, Ketua Dewan Rempah Babel, Bayo Dandari mengatakan, penanaman lada di sepanjang jalan pulau pelepas ini, dengan menggunakan junjung hidup yakni pohon pinang yang berada di median tersebut, salah satunya terinspirasi ketika Dewan Rempah Babel melakukan studi banding ke Vietnam.

“Jadi, latar belakang menanam lada ini, beberapa bulan lalu, kami melakukan studi banding ke Vietnam. Di sana, kebanyakan lada di tanam di setiap pohon yang hidup, setiap pohon palem, pohon pinang, dan pohon lainnya,” jelas Bayo Dandari.

Kegiatan ini juga, kata Bayo, adalah langkah menjadikan tahun 2018 semangat untuk bangkitnya Lada Babel.

Perwakilan Dewan Rempah Nasional, Suherman, yang ikut serta dalam penanaman perdana lada di Jalan Pulau pelepas itu, mengajak masyarakat Babel menjaga kualitas dari Lada yang telah terkenal di dunia ini.

"Kalau kita flashback, Babel terkenal dengan White Paper atau lada putih, dengan papper oil sebesar 0,35, juga salah satu mata pencarian masyarakat Babel itu sendiri. Sebagai pemerintah tugas kita harus menjaga kualitas dan harga dari lada itu sendiri dengan pemeliharaan berkelanjutan, memberikan visi kepada Petani, pembiayaan, serta arahan dalam cara pengolahan," kata Suherman. (Imam).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Imam
Fotografer: 
Imam
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas