Memanfaatkan Media Sosial untuk Stabilitas Kemananan & Ketentraman

Perkembangan teknologi dan informasi yang populer di masyarakat saat ini, ditunjang internet sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat di seluruh dunia, termasuk di dalamnya Indonesia, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Data dari Dirjen Sumberdaya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian  Komunikasi  menyatakan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia menguasai Asia sebesar 22,4 persen.

Indonesia merupakan negara peringkat ketiga di Asia untuk jumlah pengguna internet. Penggunanya sebanyak 55 juta orang dari 245 juta penduduk Indonesia tahun 2011. Jumlah pengguna ini, semakin meningkat, terutama pada usia muda mulai dari 10-20 tahun. Indonesia juga tercatat sebagai negara kelima terbesar pengguna Twitter di bawah Inggris. Untuk situs jejaring tercatat sebanyak 44,6 juta pengguna Facebook dan sebanyak 19,5 juta pengguna Twitter di Indonesia.

Minat masyarakat Indonesia khususnya remaja dalam memanfaatkan internet pun semakin berkembang, baik dengan menggunakan ponsel maupun komputer. Banyaknya media sosial yang tumbuh saat ini, dengan kemudahan yang diberikan oleh vendor aplikasi media sosial, hanya dengan menginstal aplikasinya melalui google play atau sejenisnya melalui telepon pintar (smartphone) dengan kuota data yang dimiliki kita dapat menggunakan media sosial.

Media sosial adalah sebuah media online, dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan informasi melalui blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, media sosial adalah sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content.

Pada awal perkembangannya, media sosial di mulai tahun 1995 dengan lahirnya situs GeoCities, memberikan layanan penyewaan penyimpanan data-data website agar halaman website tersebut bisa di akses di mana saja. Kemunculan GeoCities ini, merupakan tonggak dari berdirinya website. Situs jejaring sosial pertama muncul pada tahun 1997 yaitu sixdegree.com, namun sebenarnya tahun 1995 sudah ada jejaring sosial yaitu classmates.com, tetapi sixdegree.com di anggap lebih menawarkan situs jejaring sosial di banding classmates.com. Selanjutnya, tahun 1995 muncul situs Blogger yang memberikan layanan blog pribadi dengan menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri.

Teknologi dan informasi yang sangat pesat berpengaruh besar terhadap perkembangan situasi global saat ini. Pada kenyataannya, teknologi informasi selalu memberikan dampak, baik secara positif maupun negatif terhadap setiap aspek kehidupan. Kita boleh membuka diri kepada siapa saja, namun tidak boleh terlalu “telanjang” dan perlu filter.

Media sosial tentunya akan berdampak secara positif jika dikelola secara cermat. Bahkan dampak media sosial mampu memberikan informasi yang cepat dan singkat dibandingkan dengan media - media lain. Sadar atau tidak sadar masyarakat akan menerima pengaruh media sosial yang positif maupun dampak yang negatifnya.

Dampak positif yang dihasilkan dengan mengakses media sosial sangat beragam, namun diperlukan batasan-batasan yang mampu menjaga media sosial tersebut menjadi berguna sebagai berikut: Pertama, dengan mengakses media social, informasi yang kita dapatkan lebih cepat dan akurat.  Segala informasi dan komunikasi yang disampaikan melalui media sosial lebih bervariasi bukan hanya berupa teks percakapan, tetapi video, gambar. Beragam informasi bisa diperoleh dengan mudah dan cepat, baik itu informasi layanan publik, gangguan keamanan, kemacetan, kecelakaan dan sebagainya.

Kedua, Media sosial juga menyediakan ruang untuk menyampaikan pesan - pesan positif. Jangan heran, penggunaan sosial media saat ini, sudah banyak digunakan oleh pengusaha, politikus, tokoh agama, ulama, motivator, mahasiswa, pelajar dan lainnya sebagai sarana untuk mem-publish berbagai kepentingan mereka. Ada hal-hal positif yang bisa dipetik dari ulasan mereka, tinggal memilah baik buruknya sesuai kebenaran dan nurani.

Ketiga, Dengan mengakses media sosial dapat mengakrabkan hubungan pertemanan yang dijalin melalui media sosial. Kesibukan adalah salah satu yang membelenggu kita untuk saling kenal satu sama lainnya, padahal nyata-nyata kita berasal dari daerah atau alumni yang sama. Survey membuktikan bahwa solidaritas kedaerahan, satu alumni atau satu instansi masih cukup tinggi. Media sosial saat ini, telah menjembatani lewat group-group yang dibangun dengan beragam komunitasnya. Saling kenal, saling berbagi informasi akan membuat cakrawala berpikir kita semakin luas.

Keempat, Melalui media sosial mampu mempererat silaturahmi. Negara Indonesia adalah Negara Kepulauan dan tersebar di seluruh Nusantara, dalam hal bersilaturahmi dengan keluarga, sahabat dan lainnya yang cukup berjauhan membutuhkan biaya, waktu dan tenaga, berkat layanan sosial media saat ini semuanya menjadi mudah dan praktis. Kelima, Media Sosial menambah wawasan dan pengetahuan pengguna. Hanya dengan browsing di google dan ketik pertanyaan anda maka dalam sekejab muncul jawabannya.

Berikut  dampak negatif penggunaan media sosial yang dapat membahayakan, jika: Pertama, pengguna media sosial susah bersosialisasi secara langsung serta menjadi tidak peduli dengan keadaan sekitar. Hal ini, disebabkan pengguna media sosial menjadi malas belajar berkomunikasi secara  nyata, hanya berbagi dan berinteraksi di dunia maya. Pengguna media sosial juga menjadi terbiasa dengan bahasa yang tidak formal yang digunakan di media sosial sehingga sulit untuk menggunakan bahasa baku.

Kedua, Media Sosial menjadi media untuk melakukan kejahatan yang dikenal dengan sebutan cyber crime seperti hacking, cracking, phising, spamming, dan lain-lain. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun dengan mudah di akses oleh siapapun, sehingga mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal serta banyak penipuan yang dilakukan menggunakan media sosial, seperti online shop yang tidak benar-benar menjual suatu produk.

Ketiga, perkembangan teknologi dalam media informasi seperti media sosial, dapat juga digunakan sebagai media propaganda dalam suatu konflik antar pihak yang sedang bertikai. Dalam propaganda yang dilakukan melalui media sosial yang ada, dapat mengeksploitasi kelemahan-kelemahan dan menyebarkan isu-isu negatif kedua belah pihak yang berseteru.

Keempat, Perkembangan Media Sosial yang begitu pesat juga mempengaruhi pada perubahan tatanan kehidupan masyarakat, dengan cara mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat dalam menerima serta menganalisis informasi yang sifatnya menghasut sehingga menimbulkan keresahan.

Terkait hal tersebut di atas, banyak pengguna media sosial adalah remaja. Remaja Indonesia masa kini begitu identik menggunakan telepon pintar (smartphone), hampir setiap hari menyibukkan diri dengan menggenggam smartpone dan melakukan online dari media sosial.

Hasil riset yang dilakukan Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) Indonesia bersama Yahoo menunjukkan, kalangan remaja usia 15-19 tahun mendominasi pengguna internet di Indonesia (64%).

Pesatnya perkembangan dunia online ini, mulai dilirik sebagai peluang emas oleh para pebisnis. Selain itu, masih ada sebuah dampak yang banyak menjadi perdebatan dan bahan penelitian banyak pihak, yaitu dampak radiasi. Beberapa peneliti meyakini radiasi smartphone sangat tinggi dan penggunaannya memberi dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Dalam sebuah penelitian dinyatakan, media sosial berhubungan dengan kepribadian introvert. Semakin introvert seseorang, maka dia akan semakin aktif di media sosial sebagai pelampiasan.

Jangan sampai remaja kita lebih akrab dengan medai sosial dibanding dengan orang tua. Remaja tampak baik-baik di depan orang tua, namun ternyata hiperaktif di sosial media.

Dengan adanya sosial media memang sangatlah membantu kita dalam berhubungan dengan orang lain, baik teman maupun saudara. Oleh karena itu, dengan adanya dampak positif dan negatif, kita selaku warga negara harus dapat memanfaatkan media sosial untuk kepentingan bersama dan menjaga informasi yang disampaikan guna stabilitas kemananan dan ketentraman bersama. Jangan sampai media sosial sebagai pengembangan teknologi yang makin maju justru akan mempengaruhi kehidupan kita pada hal-hal yang merugikan, baik diri sendiri maupun keluarga. (sentosa).

 

Penulis: 
Sentosa, S.Sos
Sumber: 
HumasPro